Naluri hidup manusia yang pertama-tama ialah mempertahankan hidup, untuk bisa mempertahankan dan melanjutkan hidup manusia membutuhkan makan, pakaian dan tempat tinggal, disamping itu juga memerlukan pemeliharaan dan pengembangan jiwa serta pikiran. Manusia merupakan bagian dari alam dan social, ia mempunyai saling keterkaitan dalam ruang (tempat) dan waktu tertentu. Interaksi manusia dan alam melahirkan perkembangan pada kemampuanya dalam mengelolah alam menjadi berbagai macam hal untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Pembangunan adalah upaya manusia dalam meningkatkan kualitas manusia dan masyarakatnya secara berkelanjutan yang berlandaskan pada kemampuan untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan memperhatikan tantangan perkembangan global. Berkaitan dengan berkembangnya kemampuan manusia dalam mengolah alam, secara tidak sadar kini manusia telah mengalami penurunan kualitas kehidupannya, dikarenakan manusia melupakan kelangsungan hidup alam dan sosialnya yang sebenarnya telah menjadi kunci utama dasar kehidupan manusia.
Dampak dari rusaknya kehidupan alam dan sosial, seperti perubahan iklim dan berbagai macam bencana alam merupakan akibat dari ketidakpedulian manusia akan kelestarian alam yang disebabkan oleh banyaknya orang yang hanya mementingkan kelangsungan hidup diri sendiri dan kelompoknya.
Rusaknya bumi dan lingkungan hidup tidak lepas dari krisis pada perilaku manusia. Hilangnya kesadaran akan pentingnya hidup bersama dan penggunaan energi secara bijaksana telah merubah orientasi keterkaitan kehidupan antara alam dan manusia. Telah banyak cara yang sudah banyak dilakukan oleh beberapa lembaga maupun individu - individu yang peduli terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, tapi sayangnya politik dan bisnis seringkali berteriak lebih kencang daripada suara pencinta lingkungan dan tentu saja semua upaya untuk menanggulangi dampak global warming sampai saat ini sangat kurang memuaskan dari apa yang diharapkan. Tanpa ada pembahasan dan penyadaran akan manfaat kelestarian alam secara tepat dan tegas kepada semua lapisan masyarakat luas, rasanya percuma semua upaya untuk menanggulangi kerusakan bumi secara bersama - sama dapat dilaksanankan.
Saat ini banyak orang yang kuat berbicara tetapi tidak kuat dalam bertindak, banyak pula yang ingin melakukannya tetapi tidak kuat menahan hambatan sosial, seperti ejekan teman, anggapan aneh atau bahkan yang lebih parah lagi adalah saat kita tidak mampu melakukannya karna tidak ada dana dan kesulitan berubah polah pikir orang disekitar kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, yang pada akhirnya menyebabkan hati dan nyali ciut untuk meneruskannya. Maka nampak jelas bahwa untuk mewujudkan upaya - upaya pelestarian lingkungan hdup, perlu ada power yang kuat untuk mengubah kebiasaan tiap - tiap individu yang mengarah kepada perusakan alam. Di sini pemerintah mempunyai peranan penting sebagai pelaksana ide, karena kerusakan alam merupakan sebuah permasalahan sruktual. Kenapa harus pemerintah sebagai pelaksana ide, berikut sedikit alasan dan penjelasannya :
Dari keterangan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa karma pemerintah sebagai pelaksana ide atau realisasi ide yang paling berpengaruh di masyarakat dkarenakan pemerintah memiliki kewenangan yang mutlak untuk mengubah keadaan sosial dalam masyarakat.
Saat ini untuk mewujudkan upaya – upaya pelestarian lingkungan hidup penanggulangan bencana alam akibat pemanasan global membutuhkan berbagai gerakan yang bersifat wajib bagi semua masyarakat, antara lain :
1. penghentian penebangan hutan berskala besar baik sah maupun yang tidak sah. Dalam artian penggunaan hasil hutan hanya dikelola dan didistribusikan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sebab daam kasus yang telah terjadi, kerusakan hutan banyak terjadi akibat dari pada perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan.
2. Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor di perkotaan besar dengan tingkat polusi dan kemacetan diatas batas normal. seperti :
- mengenakan tarif yang sangat tinggi kepada pengguna jalan dengan kendaraan bermotor(kecuali angkutan yang bermuatan kebutuhan pokok(gas, beras, air, dsb) dan sarana angkutan umum)
- mengenakan pajak yang tinggi untuk pembelian kendaraan bermotor baru.
untuk menjalankan program tersebut tentulah juga harus didukung dengan perbaikan sarana transportasi umum yang ramah lingkungan, nyaman, aman dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. disini, peran pemerintah adalah untuk mengkoordinir semua angkutan yang beroperasi didalam kota, bukan untuk menciptakan sarana angkutan perkotaan yang baru. karna dengan terciptanya sarana angkutan baru berarti menambah polusi udara, belum lagi dampak sosial yang akan terjadi seperti kecemburuan sosial antara pekerja angkutan umum yang lama.
3. Menerapkan Green Building kepada pemilik gedung dan rumah tinggal, seperti :
- mewajibkan pemilik gedung maupun rumah tinggal untuk menanam tumbuh - tumbuhan disekitar bangunan tersebut, menghijaukan atap bangunan tersebut sebagai cara untuk mengurangi panas radiasi matahari dan memanfaatkan sinar matahari maupun angin sebagai alternatif sumber energi.
- membuat atap jalan dan trotoar dari tumbuh - tumbuhan rambat. dengan adanya atap tersebut akan membuat kota nampak asri dan membuat orang tidak lagi segan untuk beraktivitas diluar ruangan, selain itu dengan adanya atap dari tumbuhan tersebut secara otomatis tumbuhan tersebut akan mengurangi polusi udara.
4. Mewajibkan semua pegawai negeri terutama dari departemen yang berkaitan dengan segala permasalaan lingkungan hidup, untuk mensosialisasikan dan mengkoordinir masyarakat disekitar lingkungan tempat tinggalnya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di wiayah masing – masing.
5. memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat menengah kebawah kelestarian alam dan konservasi energi yang bernilai ekonomi melalui pengolahan berbagai macam sampah dan barang – barang bekas sepeti ;
- pengolahan sampah organik yang bisa dijadikan bahan dasar pembuatan pupuk organik
- mengolah barang – barang bekas menjadi sebuah benda kerajinan yang unik dan
inovativ
dengan adanya kegiatan semacam ini secara tidak langsung kita telah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Karna pada umumnya masyarakat dari kalangan ini kurang begitu memperdulikan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidupnya, hal ini banyak disebabkan oleh himpitan ekonomi dan juga keterbatasan pengetahuan mengenai hal – hal yang berkaitan dengan permasalahan kerusakan alam. Banyaknya kawasan pemukiman kumuh dapat dijadikan indikator dari permasalahan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat ini.
6. Pemberdayaan pemuda sebagai ujung tombak untuk melaksanakan dan mengontrol berbagai macam kegiatan untuk pelestarian lingkungan alam. Sebab sejarah telah mencatat bahwa banyak perubahan terjadi yang diprakarsai oleh aksi dari pemuda. Hal ini tidak lepas dari cara berpikir kebanyakan pemuda, mereka lebih berani untuk maju dan berinovasi dalam hidup. Sedangkan kebanyakan dari orang tua cara berpikirnya hanya untuk mepertahankan keadaan yang sudah ada sebagai cara untuk dapat bertahan hidup secara aman.
Kesadaran itu lahir dari keadaan, dengan gagasan serta gambaran kesadaran yang terjalin dengan kegiatan material (praktek) dan hubungan antar manusia untuk hidup bersama, kita pun akan dapat memainkan peranan penting dalam memperlambat dan menghentikan perilaku yang mengarah pada perusakan alam dan pada akhirnya kita pun mampu untuk memberikan alternatif pembangunan yang berkelanjutan.
Andaikata kita semua bisa memahami hal - hal tersebut, kita pun dapat lebih bertanggung jawab akan pentingnya kelangsungan hidup bersama. hidup penuh kepedulian, akan membawa kita kehidup yang lebih bermakna dan dengan sendirinya memungkinkan kita lebih bisa menikmati hidup yang memang sudah dan masih indah ini.
Rabu, 22 April 2009
manusia dan alam
Diposting oleh wildgate di 06.14 1 komentar
Subscribe to:
Komentar (Atom)

